di gunung puntang, kami workshop


tanggal 7-9 nopember 2008 ini, kami mengadakan workshop pembuatan jurnal ilmiah versi digital. tempatnya di gunung puntang, kabupaten bandung. udaranya… brrrr dingin sekaleee. maklum lah namanya juga di gunung. ya dingin. selain jadi peserta, di workshop ini saya merangkap jadi panitia. tukang ngurus duit, alias bendahara (rieut jadi bendahara teh geuning!?). sebenarnya sih, saya terlibat dalam kepanitian mulai dari pembuatan proposal yang diajukan ke direktur pendidikan dan pengembangan masyarakat (p2m) dikti/depdiknas ri. saya memang harus membuat proposal, karena saya yang mengusulkan supaya jurnal asy-syari’ah ditingkatkan dari versi cetak menjadi versi digital. oh ya, asy-syari’ah adalah nama jurnal fakultas syari’ah dan hukum universitas islam negeri sunan gunung djati bandung (fsh uin sgd) yang saya dengan beberap dosen kelola.
ceritanya, asy-syari’ah memang diberi kesempatan untuk mengajukan program ke dikti, setelah mendapat nilai akreditasi “b”. nilai “b” adalah nilai yang bagus untuk sebuah jurnal ilmiah, karena sedikit yang dapet nilai “a”. malah, dari sekian jurnal yang mengajukan akreditasi, kebanyakan dapat nilai “c”. jurnal yang dapet nilai “c”, diundang menjadi peserta workshop mengelola jurnal ilmiah. sedangkan jurnal yang dapat nilai “b”, dikasih bantuan dana untuk program penguatan jurnal.
balik lagi ke lap top, eh workshop, he he… sory kalo garing! kami sengaja mendatangkan tim jurnal al-manar dari yogya. jurnal ini pernah menjadi juara pertama di ugm. ketika pertama kali melihat content jurnal digital, saya menebak ini dibuat oleh anak2 uin. karena nama dan contentnya berhubungan dengan masalah keagamaan. ternyata bukan. sehingga, saya menjadi termotivasi untuk membuat yang serupa. sebab, resources yang kami miliki lebih banyak, terutama dari segi content. tinggal saya memperdalam teknis pembuatannya.
mengapa anak-anak ugm bikin jurnal digital? ternyata ada filosofinya. salah satunya dinyatakan “banyak yang jadi konsumen informasi, tapi sedikit yang jadi produsen informasi.” pernyataan ini sangat menggelitik. inilah yang menjadi filosofi dibikinnya jurnal digital oleh teman-teman al-manar. sudah sejauh itu. padahal saya, jangankan jadi produser informasi, jadi konsumen pun hanya sebagian. atau bahkan sangat sedikit. saya bahkan masih fanatik microsoft word. bikin jurnal asy-syari’ah versi cetak versi cetak masih dlm program word. makanya ketika malam pertama belajar software mind manager, saya merasa mendapatkan kemudahan dalam melakukan sesuatu. brainstorming ide, perencanaan blog, presentasi, perencanaan membuat jurnal digital, dll.
ada pelajaran lain dari workshop ini. ternyata teknologi itu mudah, asal kita mau mengakrabinya selama ini, saya merasa agak kesulitan beradaptasi dengan teknologi informasi. hmmm… ternyata gak sulit-sulit amat. mudah asal mau belajar
tapi, semakin asyik membuat perencanaan jurnal digital, saya semakin merasa kalau bikin jurnal digital itu sangat kompleks. bisa jadi hanya sebuah mimpi. tapi, seperti kata nidji dalam lagunya laskar pelangi, justru mimpi itu merupakan kunci untuk menaklukan dunia. kita memang harus berani bermimpi. hmm… kita tunggu saja, jurnal asy-syari’ah versi digital!?!

3 thoughts on “di gunung puntang, kami workshop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s