10 years ago, we were friends. now, we called by uncle!?!


sewaktu ngaji bareng teman2 angkatan11, saya sempat termenung. tidak terasa waktu berputar. ternyata kita sudah pada kolot semua. tua alias sudah berumur. lihat saja dalam forum ngaji11 kemarin. ada generasi kedua yang hadir. anaknya latief (2 orang, laki-laki dua-duanya), anaknya haisal (1 orang, laki-laki), anaknya john (1 orang laki-laki), and the most beautiful of our next generation: anaknya muhrid (cewek satu-satunya). saya dikenalkan sebagai om, oleh barudax. kepada anak-anaknya. padahal dulu teman.

seperti sebuah judul buku: from zero to hero. yang tadinya lelengohan (bahasa indonesia baik dan benarnya adalah sendiri dan tidak menikah), sekarang sudah jadi suami bagi isterinya. jadi bapak, bagi anaknya. jadi pahlawan. paling tidak untuk keluarganya. roda waktu berputar cepat sekali. kalau dulu gadis-gadis itu hanya wacana, dan dibahas sampai ngabudah (maksudnya ngeluarin busa), kini barudax sudah pada ngaleng (bahas indonesia yang baik dan benarnya adalah menggandeng) pasangannya masing-masing. sudah punya anak-anak lagi. lucu-lucu.

anak-anak itu cepat akrab. bercanda dan tertawa riang. bermain balon dan mobil-mobilan. seperti sudah kenal lama. padahal baru bertemu. seakrab bapak-bapak dan ibu-ibunya. eh tapi ibu-ibunya seperti pada canggung. mungkin masih jaim. atau menahan lapar. ho ho… sebentar lagi anak-anak itu mungkin akan memasuki usia sekolah. pakai seragam. pakai topi dan bawa tas kecil. bapaknya atau ibunya nganter ke sekolah.

beberapa tahun kemudian, akan masuk smp. akankah ke-da? maybe yes, maybe no. tapi lucu juga ya kalo disekolahin ke da. dulu bapaknya yang jadi santri. lalu anaknya. pas dibagi raport ketemu. jadi reunian, bisa satu semester sekali. di da. sambil makan soto ayam, yang ayamnya bisa dihitung jari. yang ayam (bukurnya) keburu habis, mendahului nasi yang masih setumpuk. ha… ha… mungkin menu makan acara pembagian raport sekarang sudah berubah. kalaupun masih soto ayam, mungkin ayamnya lebih banyak. atau nasinya ngambil sedikit, supaya seimbang dengan jumlah ayam dan bihunnya.

minggu yang lalu, ikbal (hmmm ikbal teu hadir ngaji, sebab mau melamar kabogohna?!?) pernah bicara (bercanda?), tidak akan menyekolahkan anaknya ke da. “embung, sabab engke bisi sakelas jeung budakna si jae. moal baleg!”. ha…ha… lagi.

ngaji6

One thought on “10 years ago, we were friends. now, we called by uncle!?!

  1. “Pada hari seseorang lari dari saudaranya, dan (lari dari)
    ibunya dan bapaknya, dan (lari dari) istrinya dan anaknya. Setiap
    orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. ”
    (QS. ‘Abasa: 33-37)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s