Ngaji11 Interaktif


Akhirnya datang juga. he he… maaf kalo mirip acara salah satu tv swasta. Maksudnya forum ngumpul dan pengajiannya barudax angkatan 11 darul arqam, terutama untuk daerah bandung. Tempatnya di rumah john. Kata john, itu rumah isterinya. Letaknya di ciroyom. Ada 9 orang yang datang. John, haisal, latief, jae, giri, ojo, daday, muhrid, dan saya sendiri.

Tapi, eits… tunggu dulu. Bukan hanya itu saja yang ikut kumpul. Ternyata beberapa barudax ada yang bawa istri plus anak-anaknya. Rani (isteri john), ivo (haisal), sofie (latief), wulan (jae), yuli (daday). Muhrid, ojo, dan saya, tidak bawa isteri, dengan berbagai alasan. Kalo giri tidak usah dihitung. Sebagai jombloman sejati, teman kita yang semakin subur itu, tidak mungkin bawa istri. Kecuali ngarental, he he… saya sengaja tidak bawa isteri. Dia baru sembuh dari sakit. Belakangan ini cuaca memang agak kurang bersahabat.

Seperti biasa, acara dimulai rada ngaret. Rencananya jam satu. Akhirnya dimulai jam satu lebih satu jam setengah. nu terakhir datang jang ojo. Sebelumnya jae. Sebelumnya lagi daday dan muhrid. Saya, haisal, latief, datang bersamaan, dengan john. Harus dengan john, karena ternyata tempatnya rada “nyingcet”.

Lalu bagaimana ngajinya? Setelah berbasa-basi sebentar sebagai pengantar, saya sebagai moderator, memulai pengajian. Haisal, yang dulu sering pidato dan pernah jadi ketua dakwah IRM DA, tampil sebagai penceramah. Hmmm… ternyata pengagum Amitabbachan ini sudah kutrat-kotret. Ia berbicara tentang orientasi forum ngaji11. landasan normatifnya, surat Ali Imran ayat 103: “Hendaklah kalian berpegang teguh kepada tali Allah dan janganlah bercerai berai”. Jadi forum ini, selain sebagai ajang silaturrahmi dan anjangsono, juga sebagai referensi bagi siapapun untuk saling berwasiat dan mengingatkan. Forum ini, juga bisa dijadikan untuk memperbaiki akhlak, bla…bla…bla.

Setelah itu, tiap orang yang hadir ngasih respon. Rata-rata mereka setuju dengan adanya forum ini. John berharap ada sesuatu yang nyata yang dilakukan. Misalnya, infaq dan disalurkan bagi orang yang membutuhkan. Ojo, jae, muhrid, latief, daday, giri pun saling memberi respon. Kesimpulannya:
1. forum ngaji mestinya bisa menjadi wadah pencerahan spiritual bagi barudax.
2. perlu ada internalisasi nilai ukhuwah untuk membuat kohesivitas barudax menjadi kuat.
3.perlu ada penggerak forum yang mengingatkan setiap barudax untuk menghadiri acara ini. (Saya pun tidak walakaya ketika giri meminta saya untuk melakukan tugas ini)
4. bahwa tiap orang mempunyai keunikan dalam proses pencarian jati diri, sekaligus pencarian Tuhan.

Acara pun ditutup dengan makan (bahasa jae mah=ondin) bersama (keluarga john baik lho, sudah nyiapin lontong dan oper ayam yang mak nyus, di samping nyiapin cemilan lainnya). Tapi sebelum makan, haisal memimpin doa penutup. Tapi sebelum doa, ada pengumuman penting:
1. pengajian bulan depan, 14 Desember di rumah ojo. Di antapani. Alamat lengkap+peta sudah ditulis sama ojo di buku kecil. Tapi, busyet… bukunya ketinggalan di rumah john. “John nitip nya!”
2. yang ngaji tidak mesti urang bandung saja. Ti garut, ti jkt, banten, palembang, kalimantan, juga bisa datang. Free of charge, alias gratong.
3. ada uang infaq yang terkumpul. Jumlahnya 151.000 rupiah. Mudah-mudahan menjadi amal yang baik bagi yang nyumbang. Yang tidak nyumbangpun tetap akan dapat amal baik, karena sudah datang.
ngaji21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s