International Day of Families?


Mungkin di antara kita ada yang mengernyitkan dahi ketika membaca atau mendengar judul di atas. Meskipun mudah sekali untuk diterjemahkan—Hari Keluarga Sedunia—tapi International Day of Families (selanjutnya disingkat IDoF), memang tidak sepopuler Valentine Day, yang selalu dirayakan dan dinanti-nanti oleh banyak orang, serta digembar-gemborkan di media massa dan pusat perbelanjaan.

Adalah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang pertama kali meresmikan IDoF pada tahun 1993. PBB menetapkan tanggal 15 Mei sebagai Hari Keluarga Sedunia dengan motto: “to draw attention over several family problems”. Melalui IDoF, PBB sepertinya ingin mengajak umat manusia sedunia untuk lebih memperhatikan eksistensi keluarga, dan meningkatkan perannya dalam menyelesaikan berbagai masalah yang muncul di abad modern ini.

Saking pentingnya IDoF, Divisi Kebijakan Sosial dan Pembangunan PBB bahkan mendukung semua penduduk di seluruh dunia untuk memperingatinya, dengan menyiapkan informasi latar belakang keluarga untuk digunakan oleh Pemerintah, sistem PBB dan Pusat Informasi PBB, serta LSM. Tidak ketinggalan, Sekjen PBB pun selalu menyiapkan pesan tahunan khusus pada tanggal 15 Mei ini. Lalu pesan itu didistribusikan secara luas. Uniknya, untuk merayakan IDoF ini, PBB selalu membuat tema yang berbeda setiap tahun. Untuk tahun 2010 ini, mereka sudah membuat tema: “The Impact of Migration on Families Around the World”. Sedangkan tahun 2009 & 2008 temanya “Mothers and Families: Challenges in a Changing World” dan “Fathers and Families: Responsibilities and Challenges”.

Tanggal 15 Mei kemarin, IDoF tampaknya luput dari pemberitaan media massa kita. Kalangan jurnalis mungkin menganggap IDoF bukanlah isu seksi yang bisa meningkatkan oplah medianya, di tengah gencarnya pemberitaan Bank Century, Susno Duadji atau Gayus dan Markus. Atau bisa jadi, IDoF luput dari perbincangan karena di negara kita IDoF belum tercantum dalam kalender resmi pemerintah yang penting untuk dirayakan. Padahal, berbagai problem yang ada di negara kita dewasa ini, tampaknya tidak bisa dilepaskan dari problem keluarga. Tentunya kita masih ingat, bagaimana pasangan suami isteri merasa shock ketika mengetahui anaknya terlibat dalam aksi terorisme. Kita, bahkan tidak bisa melupakan berita yang satu ini: “Seorang ibu di Bandung tega membunuh ketiga anaknya tanpa alasan yang jelas”. Dan masih banyak problem keluarga di negara kita yang kalau diurai satu persatu hanya akan menghabiskan space tulisan ini.

IDoF penting untuk dirayakan, bukan sekedar untuk mengikuti trend dunia, melainkan karena akan mejadi solusi alternative untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di negara kita. IDoF bisa jadi hari yang paling perfect bagi anggota keluarga untuk membuka komunikasi yang selama ini tersumbat. IDoF juga bisa menjadi momentum bagi seorang anak untuk curhat kepada orang tuanya tentang masalah sekolah atau pergaulan yang dihadapinya. IDoF juga bisa menjadi kesempatan emas bagi seorang isteri/ibu untuk berbicara masalah rumah tangga kepada suami dan anak-anaknya. IDoF juga akan menjadi media efekif bagi seorang suami/ayah untuk membicarakan tantangan yang dihadapinya dalam pekerjaan. Singkatnya, IDoF bisa menjadi sarana yang efektif untuk membangun peace, respect, responsibility dan awareness di antara sesama anggota keluarga.

Kalaupun pemerintah belum menganggap IDoF sebagai hari yang penting untuk dirayakan, ataupun media massa belum tergerak untuk mengupasnya, maka kita bisa merayakannya dengan cara yang sangat sederhana. Berkumpul, makan bersama, bercanda ria, lalu masing-masing kita bercerita, berbagi tentang suka dan duka. Pasti akan bermanfaat, paling tidak untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di dalam keluarga kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s